Sabtu, 25 Oktober 2014

Waktu lagi iseng buka-buka note's di HP ternyata nemu puisi.. Jadi inget lagi deh..
Puisi ini saya buat waktu ada tugas dari Guru mata pelajaran bahasa Indonesia sekitar 3 bulan yang lalu. Sebenarnya saya gak bakat sih, bikin puisi cuman karena ini tugas individu jadi saya maksain aja. Tapi setelah dicoba ternyata bikin puisi itu teryata gampang. Apalagi jenis puisi modern yang tak terikat oleh aturan semakin memudahkan kita untuk lebih berimajinasi. Kita bisa menulis puisi dari hal-hal yang kita lihat, yang kita rasakan, dan yang kita dengar di kehidupan kita sehari-hari.Tema nya pun bebas, mau tentang percintaan, persahabatan dan bahkan mungkin temanya Kegalaunan.. :D  Jadi jangan takut berexplorasi.!

RENUNGAN MALAMKU
karya : Ilfani Adelia
Dalam Hening malam
Dalam rinai hujan
Dalam sujud kubersimpuh
Disepertiga malam kucurahkan semua beban
Bergetar mulutku kala kusebut asmaMu
Lirih hati ini kala ku ingat dosa.
Derai air mata tak nisa kutahan.
Mengalir membasahi seluruh tubuh lemah ini.
Tuhan kuatkan hatiku untuk menghadapi semua ini
Masalah cobaan dan ujian ini 
Jadikanlah guru penuntun agar ku makin dewasa
Tuhan didiklah mulutku tuk diam
sebabku tak inginn memaki kalahatiku disakiti
Tuhan didiklah mulutku Tuk hanya menyebut asamaMu





Kalau yang ini contoh puisi ekspresi kegalauan ... hee :D

DAN AKHIRNYA
karya : inaf

DAN AKHIRNYA..
Dan Akhirnya cinta ini pun terbunuh..
Cinta ini mati terbunuh.
Setelah kau dera hati ini dengan bertubi-tubi lika
Kau hunuskan pedang, kau robek hati ini, lalu kau taburi garam.
Perih hati ini.
Kucaba untuk kuat mencoba bertahan
Berharap ada secercah asa untuk kau sembuhkan hatiku
Benar kau sembuhkan luka 
Tapi kau tusuk lagi hati ini dengan Pedang yang lebih tajam.
Tak sanggup hati ini menahan
Luka yang mengoyak kekuatan ku
Tak sanggup hati ini
Menerima pukulan yang memilukan 
Hatiku ini lemah, Tulus cintaku tak mampu membendungnya
Dan akhirnya kau berhasil membunuh cinta ku
Cinta ini akhirnya mati, sirnalah sudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar