Kegiatan seminar PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SMAN 7 GARUT
Jumat, 07 November 2014
Salah satu lagu yang aku suka ....... :)
"Best Friend"
"Best Friend"
Do you remember when I said I'd always be there.
Ever since we were ten, baby.
When we were out on the playground playing pretend.
Didn't know it back then.
Now I realize you were the only one
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before
Back when we were so innocent
[Chorus:]
I pray for all your love
Girl our love is so unreal
I just wanna reach and touch you, squeeze you, somebody pinch me
This is something like a movie
And I dont know how it ends girl
But I fell in love with my Best Friend
Through all the dudes that came by
And all the nights that you'd cry.
Girl I was there right by your side.
How could I tell you I loved you
When you were so happy
With some other guy?
Now I realize you were the only one
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before
When we were so innocent.
[Chorus]
I know it sounds crazy
That you'd be my baby.
Girl you mean that much to me.
And nothing compares when
We're lighter than air and
We don't wanna come back down.
And I don't wanna ruin what we have
Love is so unpredictable.
But it's the risk that I'm taking, hoping, praying
You'd fall in love with your best friend
[Chorus x2]
I remember when I said I'd always be there
Ever since we were ten baby.
Ever since we were ten, baby.
When we were out on the playground playing pretend.
Didn't know it back then.
Now I realize you were the only one
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before
Back when we were so innocent
[Chorus:]
I pray for all your love
Girl our love is so unreal
I just wanna reach and touch you, squeeze you, somebody pinch me
This is something like a movie
And I dont know how it ends girl
But I fell in love with my Best Friend
Through all the dudes that came by
And all the nights that you'd cry.
Girl I was there right by your side.
How could I tell you I loved you
When you were so happy
With some other guy?
Now I realize you were the only one
It's never too late to show it.
Grow old together,
Have feelings we had before
When we were so innocent.
[Chorus]
I know it sounds crazy
That you'd be my baby.
Girl you mean that much to me.
And nothing compares when
We're lighter than air and
We don't wanna come back down.
And I don't wanna ruin what we have
Love is so unpredictable.
But it's the risk that I'm taking, hoping, praying
You'd fall in love with your best friend
[Chorus x2]
I remember when I said I'd always be there
Ever since we were ten baby.
Selasa, 04 November 2014
Bismillah..
Silahkan yang ingin berpartisipasi ! :)
LOMBA KREATIFITAS PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
SMA NEGERI 7 GARUT SE-GARUT SELATAN TAHUN 2014TEMA : ANTI KORUPSIMenyelenggarakan:1. Lomba Poster2. Lomba Musik3. Lomba baca puisi4. Lomba menulis essay5.Lomba pidato bahasa inggris6. Fashion showHADIAH : UANG+PIALASyarat Pendaftaran:1. Peserta adalah siswa SMA/SMK/MA-SMP/Mts se-GarutSelatan SD/MI yang ada di kecamatan bungbulang.2. Pendaftaran di sekertariat:RUANG OSIS SMAN 7 GARUT (Contact person : Sonia Wijayanti: 085 723 873 492 ).pendaftarn tanggal : 3 s/d 8 November 2014PENDAFTARAN GRATIS#PANITIAGEBYARSENI_OSISSMAN7GARUT
Acaranya pasti seru banyak hadiah menarik + ada bazar buku, bazar makanan dan pameran seni kriya dan seni rupa . Let's come ! :)
Silahkan yang ingin berpartisipasi ! :)
LOMBA KREATIFITAS PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
SMA NEGERI 7 GARUT SE-GARUT SELATAN TAHUN 2014TEMA : ANTI KORUPSIMenyelenggarakan:1. Lomba Poster2. Lomba Musik3. Lomba baca puisi4. Lomba menulis essay5.Lomba pidato bahasa inggris6. Fashion showHADIAH : UANG+PIALASyarat Pendaftaran:1. Peserta adalah siswa SMA/SMK/MA-SMP/Mts se-GarutSelatan SD/MI yang ada di kecamatan bungbulang.2. Pendaftaran di sekertariat:RUANG OSIS SMAN 7 GARUT (Contact person : Sonia Wijayanti: 085 723 873 492 ).pendaftarn tanggal : 3 s/d 8 November 2014PENDAFTARAN GRATIS#PANITIAGEBYARSENI_OSISSMAN7GARUT
Acaranya pasti seru banyak hadiah menarik + ada bazar buku, bazar makanan dan pameran seni kriya dan seni rupa . Let's come ! :)
Rabu, 29 Oktober 2014
Bismillahi.. Cerpen kimia pertamaku.. Agak aneh sih, waktu dikasihtau temanya mesti tentang unsur kimia. Agak binggung, tapi alhamdulilah aku dapat menyelesaikan nya tepat waktu. Inilah karya ku untuk Chemistry task's :)
BORON SI KAMBING HITAM
Karya : Delia Ilfani (
XII IPA 1 )
Aku tinggal di komplek SPU regency blok
IIIA. Aku satu kompleks dengan oksigen dan nitrogen. Aku punya empat saudara.Mereka juga tinggal di blok yang sama
dengan ku. Mereka bernama Alumunium, Galium Indium Talium. Memang belakang mereka memang
sama berakhiran ‘ium’, berbeda dengan ku.Nama ku Boron. Memang terdengar
sedikit aneh tapi namaku memiliki arti yang indah.Namaku berasal dari bahasa
Arab “Buraq” yang berarti putih. Arti namaku memang sedikit kontradiktif dengan
wujud tubuhku yang berwarna hitam legam.
Mungkin karena aku anak pertama. Dan aku berbeda dengan
saudara-saudaraku, orang tuaku sangat memanjakanku. Banyak orang menyebutku
sebagai unsur yang special. Walaupun aku unsur yang berbeda, tapi aku tidak
minder. Aku merasa sama dengan unsur-unsur yang lainnya. Mereka memiliki sifat
fisika, aku juga sama. Mereka memiliki sifat kimia, akupun juga.
Berat jenisku 2,34 g/cm3, Phasa ku padat .Jadi buat apa aku minder? Aku bersyukur
atas apa yang telah tuhan beri pada ku. Tuhan Memberikanku banyak kegunaan bagi
manusia. Aku dalam bentuk borat
digunakan sebagai anti septik ringan. Dalam bentuk senyawa aku digunakan
sebagai pelapis baja pada kulkas dan mesin cuci. Sebagian besar aku digunakan
untuk membuat kaca dan keramik. Bahkan Aku juga digunakan sebagai bahan bakar
roket atau pesawat luar angkasa jika aku bekerjasama dengan tetanggaku oksigen
dan membentuk hidrida.Tapi meskipun banyak kegunaan yang aku perbuat untuk manusia,
aku juga punya kelemahan kawan. Sebenarnya aku tak ingin merugikan manusia,
tuhan menciptakan aku hanya untuk membuat hidup manusia menjadi mudah,
tapi manusia sendiriah yang
menyalahgunakan ku. Karena kesalah mereka citraku jadi buruk dimata semua orang.
Orang –orang kini mengenalku dengan sebutan boraks. Memang itu nama panggilan dari
keluarga sejak kecil. Citra
boraks kini menjadi negatif , karena manusia menyalahgunakan ku sebagai bahan
pengawet makanan. Padahal harusnya mereka tidak menambahkanku dalam makanan,
aku hanya bias digunakan dalam zat pengawet lain nya.
Kadang aku merasa sangat bersalah,. Aku
merasa bersalah pada manusia yang baik hati tetapi terkena efek negatifku
karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Oh.. tuhan maafkan aku.
Belakangan ini aku memiliki hobi baru, berselancar di dunia maya. Aku banyak mengikuti perkembagan teman ku, unsur -unsur lain di sosial media. Ketika ku sedang asyik dengan social mediaku, tiba –tiba aku terkejut dengan salah satu kabar yang ada di berandaku. “5 orang manusia teridentifikasi mengidap kanker dan 2 diantaranya meningal setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung Boraks”. Aku terpaku, tak bias berkata-kata. Lirih rasanya hatiku mendengar kabar buruk ini lagi. Aku semakin merasa bersalah pada manusia. Aku merasa menjadi unsur yang tak berguna bagi manusia, aku hanyalah parasit. Pikirku dalam hati. “ Tuhan.. maafkan aku.” Kataku lirih. Tak disangka temanku datang mengunjugi rumahku. Sifatnya hampir mirip seperti aku. Berwarna hitam legam, bersifat racun, phasanya padat dan memiliki sisi positif negatif juga positif bagi manusia.Hanya saja dia sering ditemui di gas pembuangan kendaraan bermotor, sedangkan aku pada danau vulkanik. Namanya Timbal . Dia menghampiriku yang sedang termenung. “Hai.. Boron..? Kenapa melamun terus ?” kedatangan nya sedikit mengejutkan ku. “eh, timbal,kamu ngagetin aku. Kapan kamu datang ?” kataku pada timbal. “Barusan, waktu kamu lagi melamun. Kenapa Boron?” sahutnya. “Aku sedih timbal” kata ku. “Aku selalu sedih dan rasanya tak berguna jadi unsur di alam ini, kalau keberadaaan ku disini cuman jadi pembunuh bagi manusia.” Lanjutku. “Aku mengerti boron, kita sama-sama unsur yang punya racun”. Sahut timbal. “ Aku jadi gak PD lagi sebagai seorang unsur. Aku sangat bersalah timbal”. Sambungku. “ Tapi menurutku, kamu gak salah boron. “ kata timbal mencoba menguatkan ku. “ Merekalah, manusia yang tak bertangggung jawab yang bersalah” . sambung nya. “ Mereka sudah tau kalau unsur-unsur spesial, punya dua sifat positif dan negatif. Mereka juga tau kita tidak boleh digunakan dalam industri makanan. Tapi mereka malah menyalahgunakan kita, sehingga ada manusia lain yang terkena dampak negatifnya” Kata timbal padaku dengan penuh semangat. “ Jadi boron, jangan putus asa, kamu tidak bersalah.” Kata-kata timbal dengan penuh semangat. Kata-kata timbal begitu terngiang di telingaku, dan membuat hatiku sedikit lega.
Belakangan ini aku memiliki hobi baru, berselancar di dunia maya. Aku banyak mengikuti perkembagan teman ku, unsur -unsur lain di sosial media. Ketika ku sedang asyik dengan social mediaku, tiba –tiba aku terkejut dengan salah satu kabar yang ada di berandaku. “5 orang manusia teridentifikasi mengidap kanker dan 2 diantaranya meningal setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung Boraks”. Aku terpaku, tak bias berkata-kata. Lirih rasanya hatiku mendengar kabar buruk ini lagi. Aku semakin merasa bersalah pada manusia. Aku merasa menjadi unsur yang tak berguna bagi manusia, aku hanyalah parasit. Pikirku dalam hati. “ Tuhan.. maafkan aku.” Kataku lirih. Tak disangka temanku datang mengunjugi rumahku. Sifatnya hampir mirip seperti aku. Berwarna hitam legam, bersifat racun, phasanya padat dan memiliki sisi positif negatif juga positif bagi manusia.Hanya saja dia sering ditemui di gas pembuangan kendaraan bermotor, sedangkan aku pada danau vulkanik. Namanya Timbal . Dia menghampiriku yang sedang termenung. “Hai.. Boron..? Kenapa melamun terus ?” kedatangan nya sedikit mengejutkan ku. “eh, timbal,kamu ngagetin aku. Kapan kamu datang ?” kataku pada timbal. “Barusan, waktu kamu lagi melamun. Kenapa Boron?” sahutnya. “Aku sedih timbal” kata ku. “Aku selalu sedih dan rasanya tak berguna jadi unsur di alam ini, kalau keberadaaan ku disini cuman jadi pembunuh bagi manusia.” Lanjutku. “Aku mengerti boron, kita sama-sama unsur yang punya racun”. Sahut timbal. “ Aku jadi gak PD lagi sebagai seorang unsur. Aku sangat bersalah timbal”. Sambungku. “ Tapi menurutku, kamu gak salah boron. “ kata timbal mencoba menguatkan ku. “ Merekalah, manusia yang tak bertangggung jawab yang bersalah” . sambung nya. “ Mereka sudah tau kalau unsur-unsur spesial, punya dua sifat positif dan negatif. Mereka juga tau kita tidak boleh digunakan dalam industri makanan. Tapi mereka malah menyalahgunakan kita, sehingga ada manusia lain yang terkena dampak negatifnya” Kata timbal padaku dengan penuh semangat. “ Jadi boron, jangan putus asa, kamu tidak bersalah.” Kata-kata timbal dengan penuh semangat. Kata-kata timbal begitu terngiang di telingaku, dan membuat hatiku sedikit lega.
Perkataan timbal memang benar, kita
sebagai unusur memang tidak salah.Tapi kita unsur spesial, selalu dijadikan
kambing hitam atas apa yang diperbuat
manusia tidak bertanggung jawab. Aku sadar kali ini, hatikupun sedikit tenang,
tapi tetap aku meresa kasian pada mereka manusia baik yang terkena dampak
negatif dari racun ku. Aku menghela nafas dan hanya bisa berdoa dalam hati “ Ya tuhan.. sadarkanlah hati mereka, manusia
yang menggunakan ku secara salah dan lindungilah mereka , manusia baik hati
yang menggunakanku secara benar.”
Sabtu, 25 Oktober 2014
Waktu lagi iseng buka-buka note's di HP ternyata nemu puisi.. Jadi inget lagi deh..
Puisi ini saya buat waktu ada tugas dari Guru mata pelajaran bahasa Indonesia sekitar 3 bulan yang lalu. Sebenarnya saya gak bakat sih, bikin puisi cuman karena ini tugas individu jadi saya maksain aja. Tapi setelah dicoba ternyata bikin puisi itu teryata gampang. Apalagi jenis puisi modern yang tak terikat oleh aturan semakin memudahkan kita untuk lebih berimajinasi. Kita bisa menulis puisi dari hal-hal yang kita lihat, yang kita rasakan, dan yang kita dengar di kehidupan kita sehari-hari.Tema nya pun bebas, mau tentang percintaan, persahabatan dan bahkan mungkin temanya Kegalaunan.. :D Jadi jangan takut berexplorasi.!
Dalam rinai hujan
Dalam sujud kubersimpuh
Disepertiga malam kucurahkan semua beban
Bergetar mulutku kala kusebut asmaMu
Lirih hati ini kala ku ingat dosa.
Derai air mata tak nisa kutahan.
Mengalir membasahi seluruh tubuh lemah ini.
Kalau yang ini contoh puisi ekspresi kegalauan ... hee :D
Puisi ini saya buat waktu ada tugas dari Guru mata pelajaran bahasa Indonesia sekitar 3 bulan yang lalu. Sebenarnya saya gak bakat sih, bikin puisi cuman karena ini tugas individu jadi saya maksain aja. Tapi setelah dicoba ternyata bikin puisi itu teryata gampang. Apalagi jenis puisi modern yang tak terikat oleh aturan semakin memudahkan kita untuk lebih berimajinasi. Kita bisa menulis puisi dari hal-hal yang kita lihat, yang kita rasakan, dan yang kita dengar di kehidupan kita sehari-hari.Tema nya pun bebas, mau tentang percintaan, persahabatan dan bahkan mungkin temanya Kegalaunan.. :D Jadi jangan takut berexplorasi.!
RENUNGAN MALAMKU
karya : Ilfani Adelia
Dalam Hening malamDalam rinai hujan
Dalam sujud kubersimpuh
Disepertiga malam kucurahkan semua beban
Bergetar mulutku kala kusebut asmaMu
Lirih hati ini kala ku ingat dosa.
Derai air mata tak nisa kutahan.
Mengalir membasahi seluruh tubuh lemah ini.
Tuhan kuatkan hatiku untuk menghadapi semua ini
Masalah cobaan dan ujian ini
Jadikanlah guru penuntun agar ku makin dewasa
Tuhan didiklah mulutku tuk diam
sebabku tak inginn memaki kalahatiku disakiti
Tuhan didiklah mulutku Tuk hanya menyebut asamaMu
Kalau yang ini contoh puisi ekspresi kegalauan ... hee :D
DAN AKHIRNYA
karya : inaf
DAN AKHIRNYA..
Dan Akhirnya cinta ini pun terbunuh..
Cinta ini mati terbunuh.
Setelah kau dera hati ini dengan bertubi-tubi lika
Kau hunuskan pedang, kau robek hati ini, lalu kau taburi garam.
Perih hati ini.
Kucaba untuk kuat mencoba bertahan
Berharap ada secercah asa untuk kau sembuhkan hatiku
Benar kau sembuhkan luka
Tapi kau tusuk lagi hati ini dengan Pedang yang lebih tajam.
Tak sanggup hati ini menahan
Luka yang mengoyak kekuatan ku
Tak sanggup hati ini
Menerima pukulan yang memilukan
Hatiku ini lemah, Tulus cintaku tak mampu membendungnya
Dan akhirnya kau berhasil membunuh cinta ku
Cinta ini akhirnya mati, sirnalah sudah.
Langganan:
Komentar (Atom)



